Selasa, 13 Mei 2014

Dampak Kafein



Dampak Kafein
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6rHnhEy8oRpQ4hBrMF4NMF0FQeSm9aTztYTDyphaZbzbKnOlg
Kafeina, atau lebih populernya kafein, ialah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafeina ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Runge, pada tahun 1819. Ia menciptakan istilah "kaffein" untuk merujuk pada senyawa kimia pada kopi. Kafeina juga disebut guaranina ketika ditemukan pada guarana, mateina ketika ditemukan pada mate, dan teina ketika ditemukan pada teh. Semua istilah tersebut sama-sama merujuk pada senyawa kimia yang sama.
Kafeina dijumpai secara alami pada bahan pangan seperti biji kopi, daun teh, buah kola, guarana, dan maté. Pada tumbuhan, ia berperan sebagai pestisida alami yang melumpuhkan dan mematikan serangga-serangga tertentu yang memakan tanaman tersebut. Ia umumnya dikonsumsi oleh manusia dengan mengekstraksinya dari biji kopi dan daun teh.
Apakah Sifat dari Kafein?
● Kafein adalah stimulan ringan. Orang-orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda terhadap kafein. Meskipun banyak orang dapat minum beberapa cangkir kopi dalam satu jam dengan tidak mendapat efek samping, orang lain mungkin merasakan beberapa efek setelah meminum satu cangkir.
● Kafein setelah diserap oleh sistem pencernaan, akan didistribusikan dalam tubuh dengan cepat. Kafein tidak menumpuk dalam darah atau tubuh dan diekskresikan normal beberapa jam setelah konsumsi.
● Kafein meningkatkan kadar dopamin di otak. Dopamin membuat kita merasa lebih baik dan meningkatkan suasana hati kita.
● Kafein memiliki sifat penting yang mempengaruhi sistem dan fungsi tubuh yang berbeda.
● Kafein mempengaruhi otak dan pada kenyataannya merupakan stimulan sistem saraf pusat. Survei terbaru menunjukkan bahwa dosis sedang akan memperbaiki daya ingat.
● Kafein mempengaruhi juga sistem kemih. Ia memiliki sifat diuretic. Hal ini dianggap bahwa dalam dosis tinggi dan diuresis meningkat dapat menyebabkan dehidrasi. Itulah mengapa mereka yang minum minuman dengan konsentrasi tinggi kafein juga harus minum banyak air putih.
● Kafein juga dapat menyebabkan nafsu makan menurun.
Sensitivitas dari setiap individu terhadap kafein berbeda-beda. Hal ini berarti bahwa setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap kafein dan kuantitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek positif atau negatif pada kesehatan masing-masing.
Produk-produk yang Mengandung Kafein
Hanya kopi yang mengandung kafein? Tidak. Kafein juga ditemukan dalam produk nabati lainnya seperti teh. Selain itu, ada kecenderungan untuk menambahkan kafein dalam minuman ringan sejenis cola.
Berikut adalah kandungan kafein dalam berbagai jenis minuman :
- Kopi yang disaring : 90 mg
- Kopi Instan : 63 mg
- Kopi yang mangalami pemurnian kafein : (masih mengandung) 3 mg
- Teh: 42 mg
- Es teh: 70 mg
- Cokelat susu: 5 mg
- Minuman ringan cola : 16 mg
- Susu cokelat: 6 mg
- Cokelat hitam setengah manis : 20 mg
- Sirup rasa cokelat : 4 mg

Mitos tentang Kopi:
Selama bertahun-tahun orang telah mengembangkan beberapa persepsi tentang kopi. Banyak hal yang diyakini benar, tetapi ada juga beberapa kesalahpahaman tentang efek kopi terhadap kesehatan kita. Di bawah ini kami akan menjelaskan mitos kopi yang paling utama.
1. Kopi dapat menyebabkan insomnia?
Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang tidak terlalu sering meminum kopi. Mereka mungkin mengalami insomnia dan tidur mereka terganggu jika kopi dikonsumsi 30-60 menit sebelum tidur. Beberapa orang malahan tidak bisa tidur sama sekali, meskipun mereka minum kopi tiga atau empat jam sebelum tidur. Semua kembali pada kepekaan setiap orang pada kopi.
Bagi mereka yang minum kopi secara teratur, kafein tidak mempengaruhi tidur mereka. Untuk mencegah insomnia dari kopi, solusi terbaik adalah dengan tidak minum kopi atau tidak mengkonsumsi produk yang mengandung kafein setelah jam lima sore.

2. Kopi membantu melepaskan stres?
Tidak! Justru sebaliknyalah yang benar. Kafein membantu meningkatkan stres pada orang-orang dengan adanya rasa cemas dan akan menambah penderitaan pada orang-orang yang mengalami kepanikan.
3. Bisakah kita mengkonsumsi kopi sambil meminum obat?
Tidak logis memang melarang konsumsi satu atau dua cangkir kopi untuk seseorang yang sedang menjalani perawatan dengan obat-obatan. Perlu dicatat bahwa kafein dapat meningkatkan atau melemahkan pengaruh obat-obatan tertentu. Obat stres, anti-depresi, dan obat tidur/bius tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan kopi dalam jumlah besar. Obat-obatan jenis lain dengan kuantitas kopi yang wajar (1 atau 2 cangkir) masih diperbolehkan.
4. Kopi dan rokok adalah kombinasi yang buruk?
Kopi dan rokok biasanya dikonsumsi bersama-sama. Semua penelitian telah menunjukkan bahwa perokok memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan non-perokok. Nikotin memiliki efek mempercepat penghapusan kafein dari tubuh dan perokok merasa perlu untuk mempertahankan tingkat kafein dalam tubuh sehingga meningkatkan asupan kafein.
Menurut hasil penelitian, mereka yang berhenti merokok tidak mengurangi konsumsi kopi sampai setidaknya enam bulan. Perlu diingat bahwa kopi tanpa kafein akan meningkatkan keinginan untuk merokok.
5. Kopi dapat memperlancar pencernaan?
Banyak orang memiliki persepsi bahwa minum kopi setelah makan diperlukan untuk melancarkan pencernaan. Namun berbagai penelitian tidak mengkonfirmasi pandangan ini, terutama karena kopi membuat proses pencernaan makanan lain menjadi lebih sulit. Sensitivitas setiap orang untuk kopi juga relevan dalam kasus ini.
6. Kafein meningkatkan risiko penyakit jantung?
Pada orang sehat, konsumsi kopi dengan tingkat sedang (2-4 cangkir sehari) tidak memiliki efek buruk pada jantung. Tidak ada penelitian yang bisa mengkonfirmasi bahwa ada hubungan antara serangan jantung dan konsumsi kopi.
Sehubungan dengan tekanan darah, kopi, teh dan minuman lain yang mengandung kafein, tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah. Beberapa orang yang sensitif terhadap kafein mungkin memiliki kemungkinan kecil peningkatan tekanan darah, yang biasanya berlangsung tidak lebih dari beberapa jam.

7. Kopi adalah candu?
Berhenti mengkonsumsi kopi secara tiba-tiba bagi mereka yang minum kopi secara teratur dapat membawa gejala sebagai berikut : kelelahan, mengantuk, sakit kepala, dan iritasi. Gejala-gejala tersebut biasanya muncul setelah 12-14 jam dari gelas kopi terakhir. Dengan secangkir kopi gejala-gejala tersebut akan menghilang segera. Namun sebetulnya gejala-gejala tersebut secara bertahap akan hilang sepenuhnya setelah satu minggu.
Tidak ada jumlah tertentu dari kopi, untuk menciptakan ketergantungan pada kafein. Bahkan secangkir kopi atau tiga minuman cola, sudah cukup untuk menimbulkan kecanduan pada individu yang rentan.
8. Kafein meningkatkan risiko kanker?
Kecurigaan bahwa kafein bisa menjadi pemicu beberapa jenis kanker belum dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Dua studi terbaru menemukan tidak ada hubungan antara minum kopi dan kanker.
9. Kopi memperkuat seksualitas?
Kopi tidak berhubungan dengan kelamin, tetapi dapat membantu menciptakan suasana tubuh yang lebih baik. Meskipun ada kasus-kasus yang berhubungan dengan kesuburan terkait konsumsi kopi yang berlebihan. Dalam kasus seperti itu maka dianjurkan untuk pasangan membatasi konsumsi kopi.
10. Kopi dapat membantu memulihkan anda dari mabuk?
Kita perlu menegaskan sekali lagi bahwa kopi dapat membantu seseorang pulih dari mabuk dan membuatnya merasa lebih tenang adalah benar-benar mitos. Kopi tidak memiliki penawar untuk mabuk. Apa yang dilakukan kopi adalah membantu orang yang mabuk tetap terjaga. Gangguan yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan tidak bisa diubah oleh kafein.
Dampak Mengkonsumsi Kafein
Kafein di anggap sebagai obat psychoactive yang paling umum di gunakan di dunia. Diperkirakan bahwa sekitar 80% populasi dunia mengkonsumsi kafein setiap hari. Sumber-sumber asupan kafein itu adalah kopi, soda, teh dan coklat.
Setelah dicerna, kafein itu diserap dalam 30 sampai 45 menit dan kemudian efek-efeknya hilang dalam sekitar 3 jam.
Seperti yang bisa dibuktikan oleh banyak peminum kafein, saat anda mencerna kafein pada tingkat tinggi, anda mungkin merasa mood anda melonjak dan kemudian menukik, membuat anda semakin ketagihan kafein untuk membuatnya melonjak lagi.
Meski kafein itu pada akhirnya dikeluarkan sehingga tidak terjadi penumpukan di dalam tubuh, namun kafein telah menunjukkan efek negatif, misalnya pada mood, stamina, level stress, dan system cardiovascular, serta kesehatan lambung.
1. Kafein itu sangat addictive. Sama seperti obat-obatan, kafein menyebabkan suatu kecanduan kimiawi di dalam otak. Berhenti meminum kopi atau soda bisa menciptakan gejala-gejala penarikan - sakit kepala, ngantuk, mudah marah, cemas - saat kimiawi otak menyesuaikan diri.
2. Kafein memperparah gangguan-gangguan mood pada orang dewasa dan anak-anak. Gangguan-gangguan mood misalnya kecemasan, depresi, lekas marah, dan attention disorder itu diperparah oleh konsumsi kafein kronis.
Bukannya meningkatkan aktivitas mental seperti yang dipercaya oleh para peminum kopi, kafein sebenarnya mengurangi aliran darah ke otak sebanyak 30 persen dan memberikan dampak negatif pada daya ingat dan kinerja mental.
Gangguan-gangguan mood mungkin tampak setelah efek stimulan dari kopi menghilang - seringkali sekitar 3 jam kemudian setelah peringatan untuk mengkonsumsi kafein lebih banyak lagi - dan mungkin juga tampak selama periode pemulihan setelah berhenti mengkonsumsi kafein.
3. Kafein meningkatkan stress. Kafein memicu pengeluaran hormon-hormon stress - cortisol (adrenalin) dari kelenjar-kelenjar adrenal - yang bisa meningkatkan level kecemasan, lekas marah, tekanan muscular, salah cerna, insomnia, dan penurunan immunitas.
Terus menerus menstimulasi kelenjar adrenal akhirnya bisa mengarah pada keletihan adrenal, yang membut seseorang jadi rentan terhadap berbagai penyakit termasuk gangguan-gangguan autoimmune dan peradangan.
Karena meningkatkan level hormon stress secara kronis, mengkonsumsi kafein bisa menyebabkan ketidak mampuan untuk membuat respon-respon yang sehat terhadap situasi-situasi yang menekan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Kafein mempercepat kerusakan tulang. Kafein menyebabkan pengeluaran kalsium, magnesium, potassium, zat besi, dan trace mineral melalui urin, yang bisa mengarah pada osteoporosis.
5. Kafein berkontribusi pada gangguan-gangguan gula darah. Kafein merangsang suatu gelombang temporer dalam gula darah, menciptakan suatu peningkatan energi yang cepat; akan tetapi, peningkatan gula darah memicu suatu lonjakan insulin, yang akhirnya menyebabkan suatu dentaman gula dalam hitungan jam.
Kenaikan dan penurunan gula darah yang drastis ini bisa mengarah pada diabetes, hypoglycemia, dan penambahan berat badan karena insulin memicu tubuh untuk menyimpan kelebihan gula sebagai lemak.
6. Kafein mempengaruhi kesehatan jantung anda. Karena kafein bertindak sebagai suatu stimulant, dia meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Kafein juga berkontribusi pada pengembangan penyakit jantung karena kafein meningkatkan level kolesterol juga suatu kimiawi yang disebut homocysteine, yang telah dihubungkan dengan serangan-serangan jantung.
7. Kafein mempengaruhi asam perut anda. Kafein menyebabkan perut memproduksi hydrochloric acid (HCL) ekstra, yang menciptakan suatu peningkatan resiko untuk bisul-bisul, heartburn, dan gastro-esophageal reflux.
8. Kafein mempercepat penuaan. Kafein berkontribusi pada penurunan dalam produksi dari hormon-hormon yang banyak diproduksi selama usia muda - DHEA, melatonin, dan lain-lain - yang mempercepat proses penuaan.
Karena kafein membuat tubuh dehydrasi, kulit jadi kehilangan air dari cell-cell nya, hingga menyebabkan kerutan dan kehilangan kelenturannya.
9. Kafein mempengaruhi pola-pola tidur normal. Karena dia adalah suatu stimulant, kafein menjaga anda agar tetap terjaga lebih lama, karenanya mengurangi jumlah dan kualitas dari tidur setiap malam, yang nantinya akan mengganggu tingkat kewaspadaan anda esok hari dan kesehatan anda secara keseluruhan.
Karena kurang tidur dan letih, seseorang mungkin akan mencari kafein untuk suatu peningkatan energi, sehingga mengekalkan lingkaran setan.
10. Kafein meningkatkan resiko gangguan-gangguan kesehatan pada pria dan wanita. Studi-studi menunjukkan bahwa kafein meningkatkan resiko untuk gangguan prostate dan urinary pada pria.
Pada wanita, fibrocystic breast disease, PMS, osteoporosis, masalah-masalah kesuburan, miscarriage, low birth weight infants, dan masalah-masalah menopausal problems misalnya hot flashes itu diperparah oleh kafein.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar